Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Alternatif Pupuk Buat Petani

Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Alternatif Pupuk Buat Petani

Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Alternatif Pupuk Buat Petani

Pupuk Organik Cair (POC) Sebagai Alternatif Pupuk Buat Petani

Chandienhanoi.Com – Permasalahan penyediaan dan distribusi pupuk hingga saat ini belum terselesaikan. Pengembangan pupuk alternative yaitu pupuk organik cair yang dapat menggantikan atau paling tidak mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia.

Pupuk organik merupakan pupuk dengan bahan dasar yang diambil dari alam, dalam jumlah dan jenis unsure hara yang terkandung secara alami. Sementara pupuk an-organik merupakan pupuk buatan pabrik dengan jenis dan kadar unsure hara yang sengaja ditambahkan atau diatur dalam jumlah tertentu.

Dalam pemberian pupuk untuk tanaman, ada beberapa hal yang harus diingat, yaitu ada tidaknya pengaruh terhadap perkembangan sifat tanah (fisik, kimia maupun biologi) yang merugikan serta ada tidakanya gangguan keseimbangan unsure hara dalam tanah yang akan berpengaruh terhadap penyerapan unsure hara tertentu oleh tanaman.

Pemberian pupuk oganik yang diberikan dipadukan dengan pupuk anorganik dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan efisiensi penggunaan pupuk, baik pada lahan sawah maupun lahan kering.

Peran dan fungsi pupuk organik bagi tanah antara lain kesuburan tanah akan meningkat karena adanya penambahan unsure hara humus dan bahan organik ke dalam tanah, sifat fisik tanah dapat diperbaiki dan mekanisme jasad renik yang menjadi hidup dan keamanan penggunaannya dapat dijamin. Pupuk organik tidak akan merugikan kesehatan ataupun mencemari lingkungan.

Jenis Pupuk Organik

Dari jenisnya ada dua bentuk pupuk organik yang ada di pasaran yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair. Pupuk organik padat merupakan pupuk organik yang berbentuk padat dan biasa digunakan oleh petani. Pengaplikasiannya dengan cara ditaburkan atau dibenamkan dalam tanah. Sedangkan pupuk organik cair merupakan pupuk organik cair yang berbentuk cairan.

Pupuk cair umumnya merupakan ekstrak bahan organik yang sudah dilarutkan dengan pelarut seperti air, alcohol atau minyak. Senyawa organik yang mengandung unsure karbon, tepung tulang atu enzim, pengaplikasiannya pupuk organik cair umumnya dengan cara disemprotkan ke daun atau disiramkan ke tanah. Penyemprotan ked au perlu menggunakan alat bantu spraryer.

Pupuk organik cair dibuat dalam bentuk cair, ada beberapa teknik pembuatan dalam bentuk sistem kantong teh dengan metode pasif dan metode aktif atau dalam sistem mol (mikro organism local).

Model Sistem Kantong Teh

Kelebihan pupuk cair menggunakan metode kantong teh adalah

  1. Mengandung usur hara makro dan mikro serta substansi organik hasil metabolism mikroba seperti vitamin dan enzim.
  2. Dapat menyediakan “makanan” bagi tanah maupun tanaman.
  3. Mengandung mikroba-mikroba yang sangat berperan dalam kesuburan tanah.
  4. Dapat menekan organism penyebab penyakit tanaman.

Sistem Kantong The dengan Metode Pasif

Bahan dan alat yang harus tersedia antara lain ember atau gentong plastic berukuran 50 liter, kantong kain, pupuk kandang/kompos sebanyak 5kg, molase 2 liter, EM 100 ml, air 40 liter.

Cara pembuatan :

  1. Masukkan air sebanyak 40 liter ke dalam ember atai gentong plastik.
  2. Tambahkan molase sebanyak 2 liter, lalu aduk hingga merata.
  3. Masukkan inokulum EM sebanyak 100 ml, lalu aduk hingga merata.
  4. Masukkan pupuk kandang sebanyak 5 kg ke dalam kantong kain, ikat bagian mulut kantong sebagaimana kantong the, lalu masukkan ke dalam ember atau gentong plastic dengan posisi menggantung.
  5. Tutup dan kunci tutup emeber atau gentong plastic mennggunakan klem atau lakba dengan rapat.
  6. Pupuk dapat dipakai setelah tiga minggu, kematangan pupuk ditandai dengan bau yang khas hasil fermentasi (seperti aroma tape).

Sistem Kantong The Metode Aktif

Bahan dan alat yang digunakan antara lain:

  1. Ember atau gentong plastic berukuran 50 liter.
  2. Pupuk kandang/kompos 5 kg.
  3. Mesin aerator 1 set.
  4. Molase 2 liter, EM 100 ml.
  5. Air 40 liter.

Cara pembuatan:

  1. Atur posisi aerator pada ember atau gallon fermentasi.
  2. Masukkan pupuk kandang sebanyak 5 kg, tambahkan molase sebanyak 2 liter dan EM 100 ml, lalu aduk hingga merata.
  3. Tambahkan air sebanyak 40 liter.
  4. Hidupkan aerator dan biarkan hingga 5-7 hari pada tempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung.
  5. Pupuk telah matang apabila terbentuk busa putih, seperti busa bir I permukaan tempat fermentasi. Lakukan penyaringan apabila akan dikemas atau digunakan.

 

Sumber : https://dcc.ac.id/blog/cara-menanam-bibit-buah-naga/

About the author