Persilangan pada tumbuhan Monohibrid dan dihibrid

Persilangan pada tumbuhan Monohibrid dan dihibrid

 

Persilangan pada tumbuhan Monohibrid dan dihibrid
Monohibrid dan dihibrid
Monohibrid atau monohibridisasi adalah suatu persilangan dengan satu sifat beda. Monohibrid pada percobaan Mendel dilakukan dengan menyilangkan ercis berbatang tinggi dan erci berbatang pendek. Untuk mengetahui bahwa suatu gen bersifat dominan maka harus dilakukan monohibridisasi antara dua individu bergalur murn yang memiliki sifat kontras (alelnya). Jika fenotipe F1 sama dengan salah satu sifat gen yang diuji tadi, berarti jelaslah bahwa sifat itulah yang dominan.  Jika diamati pada pembentukan gamet dari tanaman heterozigot (F1), ternyata ada pemisahan alel, sehingga ada gamet dengan alel T, dan ada gamet dengan alel t. Prinsipnya pada pembentukan gamet pada genotipe induk yang heterozigot dengan  pemisahan alel tersebut terkenal dengan Hukum Mendel yang disebut Hukum segregasi (pemisahan) gen secara bebas.Cara mencari macam dan jumlah gamet menggunakan diagram garpu. Dari data yang diperoleh dari percobaanpercobaannya  Mendel menyusun hipotesis yang menerangkanhukum-hukum hereditas sebagai berikut:

  1. Tiap sifat makhluk hidup dikendalikan oleh sepasang faktor keturunan (gen) satu dari induk jantan lainnya dari induk betina
  2.  Tiap pasangan faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya. Misalnya cokelat atau putih, bulat atau kisut, manis atau asam, kedua bentuk alternatif ini disebut alel. Satu dari pasangan alel
  3. itu dominan atau menutup alel yang resesif bila keduanya bersama-sama.
  4.  Pada pembentukan sel kelamin (gamet) yaitu proses meiosis, pasangan faktor-faktor keturunan memisah. Setiap gamet menerima salah satu faktor dari pasangan itu, kemudian pada proses fertilisasi, faktor-faktor itu akan berpasangan secara aca
  5. Individu murni (galur murni) mempunyai dua alel yang sama, dominan semua atau resesif semua. Alel dominan disimbolkan dengan huruf besar, sedangkan alel resesif disimbolkan dengan  huruf kecil. Contohnya BB untuk pasangan alel bulat dominan dan bb untuk pasangan tidak bulat atau keriput, bersifat resesif.
  6.  Semua individu F1 adalah seragam.
  7.  Jika sifat dominan tampak sepenuhnya, maka individu F1 memiliki fenotipe seperti induknya yang dominan.

Baca Juga  :

About the author