Hukum Siswa Dengan Membaca

Hukum Siswa Dengan Membaca

Hukum Siswa Dengan Membaca

Sebagai salah sekolah unggulan di Kota Bogor, Sekolah Menengah Kejuaraan

(SMK) Negeri 3 Kota Bogor memiliki misi menjadi sekolah yang inovatif dan kreatif dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berjiwa wirausaha. Misi ini diharapkan mampu menghasilkan tamatan yang mampu bekerja, mandiri, bertanggung jawab dan terus meningkatkan keimanan, ketaqwaan, keterampilan dengan prinsip belajar sepanjang hayat.

Kepala SMKN 3 Kota Bogor Uus Sukmara menjelaskan, dalam mengimplementasikan program sekolah ramah anak terhadap 1450 siswa dan 139 guru, pihaknya secara bersama-sama dengan seluru warga sekolah ingin menjadikan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman tanpa ada kekerasan.

“Sekolah itu harus menjadi tempat yang indah dan nyaman bagi siswa maupun guru

, agar para siswa betah di sekolah dan lebih giat lagi belajarnya,” ujar Uus saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, selain faktor akademik, program sekolah ramah anak di SMKN 3 Kota Bogor dilakukan dengan gerakan literasi sekolah. Dimana program ini ditanamakan agar warga gemar membaca, tentunya hal itu ditunjang dengan disediakannya taman bacaan selain perpustakaan sekolah.

“Alhamdulillah minat baca para siswa sangat bagus dan responsif, bahkan jika jam istirahat

para soswa mengisi waktu luangnya dengan membaca,” bebernya

Uus mengungkapkan, untuk meningkatkan sikap religius diantara siswa, maka 15 menit sebelum memulai belajar diwajibkan untuk membaca alquran, sedangkan untuk non muslim diwajibkan ke taman bacaan.

“Adapun untuk siswa yang datang terlambat, maka mereka akan diberi sangsi yaitu siswa diharuskan membaca surat-surat pendek didalam alquran,” tegasnya.

 

 

Baca Juga :

About the author