Arsitektur Client Server Two Tier

Arsitektur Client Server Two Tier

Arsitektur Client Server Two Tier

Arsitektur Client Server Two Tier
Arsitektur Client Server Two Tier
Langkah-langkah dalam menganalisis studi kasus pada sistem pengkreditan Bank XYZ tersebut adalah sebagai berikut :

IDENTIFIKASI MASALAH

• Kecepatan dalam mengakses informasi sangat dibutuhkan pada Bank XYZ.
• Kesulitan dalam pemeliharaan aplikasi dan basis data pada data yang berjalan di Bank XYZ.
• Dibutuhkan sistem basis data dengan generasi baru yang disebut Objek Oriented Database Technology ( Teknologi Basis Data dengan Berorientasi Objek) yang dapat memrepresentasikan data dari teknologi Basis data relasional.

 

ANALISA KELEMAHAN SISTEM
• Lambatnya pengaksesan data dan informasi sehingga mempengaruhi kinerja sistem kredit pada Bank XYZ dan mempengaruhi kinerja para pegawai yang memerlukan data tersebut.
• Tidak adanya dukungan perangkat keras dan perangkat lunak yang memadai dalam pengolahan dan pemrosesan basis datanya.
• Sulitnya melakukan pemeliharaan terhadap basis data yang berjalan sebagaimana yang ssdibutuhkan dalam dunia perbankan pada umumnya.

ANALISA KEBUTUHAN SISTEM

Dari beberapa alasan yang telah diungkapkan pada identifikasi masalah dan analisa kelemahan sistem, maka Sistem Informasi Kredit pada Bank XYZ memerlukan :
• Suatu apliksi untuk mengolah dan memproses basis data berorientasi objek agar pengaksesan data dan informasi pada sistem kredit yang berjalan pada Bank XYZ ini dilakukan dengan cepat dan mudah sehingga data-data yang diperlukan oleh para pegawai yang memerlukan data tersebut dapat diakses dengan lancar.
• Aplikasi yang dibuat harus dapat memudahkan programmer dalam pemeliharaan basis datanya.
• Dukungan perangkat lunak yang handal dan perangkat keras yang memadai sangat dibutuhkan untuk membuat aplikasinya.Jika dilihat dari kebutuhan fungsional dan kebutuhan non-fungsionalnya, maka kebutuhan fungsional dan non-fungsional yang diperlukan oleh Sistem Kredit yang berjalan pada Bank XYZ adalah sebagai berikut :

Kebutuhan Fungsional
Kebutuhan fungsional ini menggambarkan fungsionalitas atau layanan dari sistem yang akan ditambahkan secara detail. Kebutuhan fungsional mencakup :
• Proses login untuk admin (manager, petugas bank).
• Proses pendataan nasabah, baik itu nasabah baru ataupun pengecekan data nasabah lama yang akan melakukan kredit dilakukan oleh petugas.
• Proses searching/pencarian data (meliputi semua data yang dibutuhkan).
• Proses pengelolaan data-data yang dibutuhkan meliputi insert, update, delete dan sebagainya.
• Proses pencatatan transaksi peminjaman dan pembayaran kredit oleh petugas.
• Proses pemeriksaan semua data-data yang ada oleh manager untuk mengontrol kegiatan operasional pada sistem kredit Bank XYZ.

Kebutuhan Non-Fungsional
Kebutuhan non-fungsional lebih kritis dari pada kebutuhan fungsional. Karena jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, system yang dikembangkan menjadi tidak berguna. Kebutuhan non-fungsional mencakup :
• Kehandalan sistem yang akan dikembangkan.
• Waktu respon dalam pengaksesan data.
• Kebutuhan storage untuk menyimpan semua data-data yang dibutuhkan dalam sistem informasi kredit bank yang berjalan pada Bank XYZ.
• Kinerja sistem yang baik dan kecepatan eksekusi, agar data-data yang dibutuhkan dapat segera digunakan dengan lancar.
• Kebutuhan keamanan sistem dalam hal pengaksesan data agar disertai password bagi user dan admin.
• Representasi system.

About the author