Aplikatif Penelitian Tindalam

Aplikatif Penelitian Tindalam

Aplikatif Penelitian Tindalam
  1. Perencanaan Penelitian

Kegiatan penelitian tindakan dilaksanakan mulai Januari di SDN Telaga Asih 06 Kecamatan Cikarang Barat Kabupaten Bekasi Propinsi Jawa Barat pada tahun pelajaran 2013/2014 pada Jam Sekolah yaitu dari jam 08.00 – 13.00 setiap pertemuan.  Perencanaan  penelitian ini meliputi :

  1. Rapat koordinator antara kepala sekolah, dan guru di Sekolah yang peneliti pimpin.
  2. Penentuan jadwal dan subjek penelitian secara bersama-sama
  3. Menyiapkan bahan bahan yang diperlukan dalam menyusun Program Pendidikan Usaha Kesehatan yang baik .
  4. Pelaksanaan Penelitian
  5. Mendiskusikan tentang permasalahan dalam menyusun Jadwal program penyuluhan dan bimbingan pendidikan usaha kesehatan sekolah
  6. Penyampaian informasi tentang cara mengelola ruang kelas dan ruang kantor yang bersih dan sehat.
  7. Mengkaji contoh program penyuluhan dan bimbingan pendidikan usaha kesehatan sekolah
  8. Menetapkan format bimbingan dan penyuluhan pendidikan usaha kesehatan sekolah secara periodik.

Target  yang diharapkan pada  siklus   I:

Ø  Pertemuan pada siklus I dihasilkan konsep (format) bimbingan yang baik  yang sesuai dengan kararteristik masing masing sekolah binaan. Dalam hal ini adalah program penyuluhan dan bimbingan pendidikan usaha kesehatan sekolah di SDN Telaga Asih 06.

Ø  Dalam pertemuan tersebut tersusunnya jadwal secara periodik program penyuluhan dan bimbingan pendidikan usaha kesehatan sekolah

  1. Observasi dan Evaluasi

Observasi dilakukan oleh peneliti pada di saat jam istirahat untuk memberikan program penyuluhan dan bimbingan pendidikan usaha kesehatan sekolah  bagi para guru  dan kepala sekolah di pertemuan KKG. Pengamatan yang dilakukan oleh Kepala Sekolah sekaligus peneliti terhadap setiap guru tentang kerjasama, aktivitas, presentasi dalam menyusun program kerja bakti di luar jam pelajaran  bersama-sama dengan siswa dan staf lainnya

Adapun skala yang digunakan adalah skala Likert dengan lima katagori sikap yaitu : sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Penilaian dilakukan dengan memberikan skor pada kolom yang tersedia dengan ketentuan sebagai berikut: skor 5 = sangat tinggi, skor 4 = tinggi, skor 3 = sedang, skor 2 = rendah, dan skor 1 = sangat rendah. Sehingga skor maksimal adalad 4 x 5 = 20. Untuk mendapatkan nilai digunakan rumus :

                                    Jumlah skor perolehan

                 NK    =   ——————————-  x 100

Jumlah skor maksimal

Setelah diperoleh nilai, maka nilai tersebut ditransfer ke dalam bentuk kualitatif untuk memberikan komentar bagaimana kualitas sikap guru yang diamati dalam menyusun satujan pelajaran yang baik dengan kategori sebagai berikut :

Tabel 3.1

Tabel Kategori

No Skor Kategori  Penyusunan
1 90 – 100 A (baik sekali)
2 80 – 89 B (baik)
3 65 – 79 C ( cukup baik )
4 55 – 64 D ( kurang )
5 0 – 54 E ( sangat baik )
  1. a)Sedangkan evaluasi dilakukan terhadap hasil penyusunan jadwal kerja bakti di luar jam pelajaran pada akhir pertemuan tiap-tiap siklus dengan menggunakan format evaluasi satuan pendidikan dan bimbingan yang baik.  Adapun aspek yang dinilai adalah kelengkapan elemen sarana dan prasarana,
  2. b)Kejelasan tujuan pembelajaran pendidikan bagi usaha kesehatan sekolah yang baik,
  3. c)Ketepatan/kesesuaian program dengan tujuan bimbingan dan penyuluhan yang baik,
  4. d)Kemanfaatan program Pendidikan kesehatan bagi usaha kesehatan sekolah,
  5. e)Strategi implementasi/pelaksanaan di sekolah.

Sumber : https://merkbagus.id/

About the author