Antisipasi Kanker,Amati Tinja Anda

Antisipasi Kanker,Amati Tinja Anda

Antisipasi Kanker,Amati Tinja Anda

SEBAGIAN besar orang enggan membicarakan perkara buang air besar (BAB). Namun, menurut penelitian mutakhir, tinja ternyata bukan urusan sepele. Mengenali kondisi pembuangan kotoran Anda bisa menghindari risiko kematian akibat kanker usus besar. Studi lembaga Ramsay Health Care di Inggris menyatakan hanya setengah populasi Inggris yang peduli terhadap kondisi tinja mereka. Padahal, kanker usus tercatat sebagai jenis kanker ketiga yang kerap menjangkiti manusia. Pada 2012, ada 1,4 juta orang di dunia didiagnosis kanker usus.

Untuk mengatasi rendahnya pengetahuan terkait pertanda

penyakit usus, konsultan di Bowel Cancer UK, Ashish Gupta, membuat diagram perbandingan kondisi tinja untuk meningkatkan kesadaran publik tentang gejala kanker usus. Tinja yang keluar dari pencernaan bisa menjadi tolok ukur mengenali pertanda kanker usus. Perubahan bentuk dan warna menjadi indikatornya. Tinja yang sehat umumnya berwarna kuning dan bentuknya menyerupai sosis. Jika kotoran yang keluar berbentuk layaknya bubur atau bahkan sepenuhnya cair, bisa jadi itu merupakan pertanda awal kanker. Ada atau tidaknya darah juga bisa menjadi tanda kanker. Apabila tinja berwarna merah gelap, itu merupakan tanda kanker usus. Namun, jika kotoran terdapat darah berwarna merah segar, itu bisa jadi gejala kanker dubur. Menurut, kepala bidang promosi di Bowel Cancer UK, Gail Curry, metode penyaringan (screening) bisa dilakukan untuk mengidentifikasi pertanda kanker. Tes penyaringan bisa dilakukan dengan metode FOB, yakni mengambil sampel tinja, kemudian dianalisis di laboratorium. Ada juga metode sigmoidoscopy.

Dalam tes tersebut, dokter akan memasukkan pipa lembut

berukuran 60 cm ke dubur. Alat tersebut akan menganalisis kondisi usus secara visual. Jika terdapat darah, ada kemungkinan gejala kanker usus, sehingga tes lanjutan akan dilakukan. Menurut Gupta, dampak kematian akibat kanker usus sangat tidak perlu jika masyarakat bisa mengetahuinya lebih awal. Menurut catatan, kurang dari 10% orang terjangkit kanker usus pada tahap akhir mampu lolos dari kematian.

Namun, jika kanker dapat dikenali lebih dini

, peluang terhindar dari risiko fatal akan lebih besar. Gejala kanker usus di antaranya berupa darah pada feses, penurunan berat badan secara mendadak atau tak lazim, kelelahan ekstrem, dan nyeri serta bengkak di perut. Untuk memperbaiki kesehatan pencernaan, ahli medis menyarankan agar memperbanyak konsumsi sayur-sayuran, buah, dan ikan serta mengurangi konsumsi makanan berlemak, daging merah, dan alkohol.

 

sumber :

https://furnituremebeljepara.co.id/backup-apk/

About the author